[FREELANCE] Sorry, I Love You

Sorry,_i_love_you

Author : Little Maknae

Tittle : Sorry, I Love You

Cast : Xi Luhan, Yoon Eun Rim

Genre : Romance, Fluff, Sad

Length : Ficlet

Rate : T

Poster by hcvelxfo

Also published in Personal Blog

2014 © Little Maknae

***

Pertengahan bulan September, 2010

“Luhan! Aku punya teman baru, namanya Oh Sehun!”

Pertama kali menceritakannya, matamu sangat berbinar.

“Lain kali aku kenalkan padamu, ya!”

***

Awal bulan Desember, 2010

“Luhan, Sehun akan ku undang dalam perayaan natal kita. Boleh, kan?”

Aku mengiyakan. Meski sebenarnya aku kurang suka dengan hal itu.

“Luhan, kau yang terbaik!”

***

Awal musim semi, 2011

“Lihat! Aku hebat, bukan?”

Kau menunjukkan burung kertas buatanmu. Dalam hal origami, kau memang yang terbaik.

“Kau hebat, Yoon. Lain kali ajarkan aku, ya?”

“Siap!”

***

Penghujung musim panas, 2011

“Luhan.”

“Apa?”

“Aku menyukai Sehun, sepertinya.”

Ini berita buruk. Kau menyukai orang lain. Perasaan tak suka ini muncul tiba-tiba.

“Bantu aku berpacaran dengannya, ya?”

Dan rasa tak suka itu pun semakin menjadi.

***

Pertengahan musim dingin, tahun 2011

“Yoon, aku akan menunjukkan sesuatu padamu.”

Aku memasuki kamarmu yang bernuansa merah muda itu–warna kesukaanmu. Ku lihat kau meloncat-loncat gembira di atas ranjangmu.

“Yoon, kau sehat, ‘kan?”

“Tentu, Luhan! Aku sedang bahagia! Kau tahu, aku sudah berpacaran dengan Sehun!”

Bahuku merosot. Jantungku seakan ditarik paksa dari tempat yang seharusnya. Tanganku mengepal, merusak sesuatu yang kini sedang ku genggam.

“Oh, ya. Sesuatu apa yang akan kau tunjukkan padaku?”

“Tidak jadi. Bukan sesuatu yang penting.”

Aku keluar dari kamarmu. Membuang sesuatu yang ku rusak sendiri–yang tadinya ingin ku tunjukkan padamu– ke tempat sampah terdekat. Sebuah origami berbentuk hati yang sudah ku buat dengan susah payah.

***

Akhir musim semi, 2012

Kau memasuki kamarku tanpa berkata apa-apa. Bisa ku lihat wajah basah dan mata merahmu. Aku menebak, kau habis menangis.

“Luhan, Sehun marah padaku. Ia bilang aku terlalu banyak bermain dengan teman laki-lakiku. Memang salah, ya?”

Aku mendekapmu, memberi ketenangan untukmu. Ku pikir, Sehun cemburu padamu. Dan apa kau tidak berpikir bahwa aku sama–bahkan lebih cemburu darinya?

“Ku rasa ia hanya cemburu. Minta maaflah padanya.”

Minta maaflah padaku juga, Yoon.

“Baiklah. Luhan doakan aku, ya?”

***

Esok harinya

“Luhan! Sekarang aku berbaikan dengan Sehun! Terimakasih!”

Sepulang sekolah, kau langsung memelukku. Seharusnya aku memperkirakan ini sebelumnya. Agar aku tak mengalami olahraga jantung yang berlebihan.

“Baguslah.”

Aku melepas pelukanmu dan beranjak menuju kamarku.

“Eh?”

Mendengar kau berbaikan padanya, sama artinya dengan merusak istana pasir raksasa yang telah ku buat. Mengesalkan.

***

Pertengahan bulan Juni, 2013

“Yoon.”

Aku memasuki kamarmu.kesan pertamanya, sangat berantakan. Kedua, sangat kacau. Tisu dan kotaknya berserakan dimana-mana. Dilihat dari sudut manapun, tak akan didapati kerapiannya.

“Aku putus dengan Sehun.”

Kau masih tampak sesenggukkan. Jika harus jujur, aku senang mendengarnya. Memang terdengar egois. Tapi sekuat apapun mengelak, itu tetap kenyataan yang ada.

“Aku siap mendengar ceritamu.”

Aku mendekat dan mengusap kepalamu.

“Dia harus mengikuti orang tuanya pindah ke Perth.”

Beruntung penyebabnya adalah orang tua. Jika kalian putus karena ia menyakitimu, aku tak tahu apa yang tanganku lakukan pada wajah tampan bocah itu.

“Aku mencintainya, Luhan.”

Dan aku mencintaimu, Yoon

*****

Minggu pertama bulan Februari, 2014

Gadis itu terperangah. Ia terkejut mendengar penuturan lelaki dihadapannya. Yang ternyata lelaki itu telah lama menyukainya.

“Aku sudah tak tahan. Aku mencintaimu. Aku ingin kau menjadi kekasihku.”

Ucapan laki-laki itu lebih mirip seperti perintah daripada sebuah kejujuran ataupun pernyataan cinta.

“Tapi aku tak bisa, Luhan.”

“Kenapa?”

“Karena kita sepupu.”

Sial. Ini kesekian kalinya Luhan memaki kata itu. Kata pengikatnya dengan Yoon Eun Rim. Sepupu.

Seandainya saja bukan saudara, mungkin akan sangat mudah bagi mereka untuk membuat suatu hubungan. Seandainya Eun Rim tak mengingatkan status itu padanya, mungkin Luhan suadh menetapkan bahwagadis itu adalah miliknya. Seandainya, seandainya, dan seandainya.

“Kalau begitu, maafkan aku, Yoon.”

“Maafkan aku juga, Luhan.”

Dan mereka berpelukan layaknya teletubbies. Pelukan termesra sepanjang masa antarsepupu. Yang terasa hangat satu sama lain.

Maka mulai saat itu, Luhan bertekad untuk tetap mencintai Eun Rim. Tak sedikitpun mengurangi takaran cintanya–barangkali itu akan semakin bertambah. Cinta seorang kakak sepupu terhadap adik sepupunya.

FIN

7 thoughts on “[FREELANCE] Sorry, I Love You

  1. Monolognya keren .kaya baca buky harian orang ^&^ .ceritanya juga ga blibet ,maju terus pada ppokok permasalahan ,kejutan di akhir cerita .gak ada yang nyangka lo luhan dan yoon itu saudara .
    * good buat authornya
    # keep writing ^^

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s