[FREELANCE] 11.11

11.11

Author : Little Maknae

Tittle : 11.11

Cast: Byun Baekhyun, OC

Genre : Fluff, Supranatural, Romance (lil bit)

Length : Vignette

Rate : T

Poster by  hcvelxfo

Baekhyun merasakan deja-vu. Ia terbangun dua kali pada pukul 11.11 ditempat yang berbeda. Di padang ilalang yang sangat indah dan di stasiun kereta yang mencekam.

2014 © Little Maknae

***

Byun Baekhyun tak tahu sudah seberapa jauh kakinya melangkah. Yang jelas, tempat pemberhentiannya kali ini adalah sebuah stasiun kereta yang terlihat sepi, gelap, bahkan berdebu. Pengunjungnya kurang dari sepuluh orang–kalau dilihat-lihat. Tapi Baekhyun tak memperdulikan itu semua. Kakinya sudah terlalu sakit untuk beralih dari tempat itu.. Seingatnya, ia mulai berjalan dari Daegu sejak lima jam yang lalu. Dan ia tak tahu ini di daerah mana. Apakah masih di sekitar Daegu, atau bahkan ini diluar Korea Selatan.

Selama berjalan Baekhyun tak tahu ke mana arah kakinya melangkah. Ia hanya mengikuti jalan yang ada. Tanpa tujuan. Tanpa istirahat. Tanpa persiapan apapun.

Dan kini Baekhyun mulai lelah. Kakinya mulai berdenyut. Perutnya mulai meronta. Di stasiun kereta ini, ia beristirahat. Ia harus mencari kursi panjang untuk membaringkan tubuh kurusnya. Atau paling tidak,  ia berharap ada seseorang baik hati yang memberikannya uang untuk menyewa motel.

Dan disudut stasiun ini, ia melihat jejeran kardus tak terpakai yang melapisi lantai. Pikirnya, beristirahat disitu sejenak juga tidak buruk.

***

Baekhyun membuka matanya. Angin sejuk melucuti wajahnya. Burung-burung berterbangan diatasnya. Tapi ini aneh. Ini tak tampak seperti stasiun kereta tempatnya beristirahat tadi. Ini lebih tampak seperti sebuah padang ilalang.

Baekhyun langsung bangun saat itu juga. Pemandangan indah menyambutnya. Tubuhnya dikelilingi ilalang yang menjulang setinggi lututnya. Semua tampak hijau–tapi ada beberapa yang kekuningan. Sejauh matanya memandang, tak tampak satu orang pun untuk ditanyai lokasinya saat ini. Sepertinya, ini bukan daerah pemukiman penduduk.

Bagaimana bisa ia tidur di sebuah stasiun kereta dengan suasana mencekam, lalu terbangun di sebuah padang ilalang yang sangat indah? Sungguh, ini terasa seperti mimpi. Tapi, kakinya yang masih sedikit berdenyut itu menyadarkan bahwa kini ia masih berada pada sebuah kenyataan.

Baekhyun melihat arlojinya. Pukul 11.11 a.m. Masih sangat siang untuk pergi menyusuri tempat ini. Siapa tahu ia bisa menemukan jalan keluar. Atau mungkin ia mendapat jawaban atas pertanyaan nyata atau tidaknya situasi saat ini.

“Hei, Baekhyun!”

Eh? Ada yang memanggilnya?

Baekhyun mencari sosok yang memanggilnya itu. Pikirannya menjadi sedikit aneh mengingat bahwa tadi ia tak menemukan seorang pun untuk ditanyai tentang tempat ini. Atau jangan-jangan, yang memanggilnya itu adalah hantu?

Baekhyun bergidik setelah menemukannya. Bukan karena sosok itu adalah hantu dengan wajah pasi yang mengerikan. Tapi jauh dari apa yang dipikirkan, ia adalah seorang gadis cantik berambut panjang dengan gaun putih selutut yang menghias tubuhnya.

“K-kau siapa?” tanya Baekhyun. Suaranya sedikit tercekat setelah ia memikirkan teori kedua; bahwa sosok itu akan berubah menjadi monster yang siap menerkamnya.

“Kau tak mengenalku?”

Baekhyun sedikit takut untuk mengakuinya. Tapi suara gadis itu benar-benar seindah wajahnya. Dengan ragu, Baekhyun memberi gelengan kepala atas pertanyaan gadis tadi.

“Ku sarankan agar kau menghapal dulu semua nama malaikat dengan baik, agar kau tahu namaku.”

Baekhyun terkekeh mendengar ucapan gadis itu.

“Kau ingin mengaku bahwa dirimu adalah malaikat?”

“Kalau memang begitu nyatanya, apa kau akan percaya?”

Mengesalkan. Apa gadis itu suka bertanya balik?

“Jadi, siapa kau sebenarnya?” tanya Baekhyun, alih-alih menghindari pertanyaan si gadis asing.

“Kau benar-benar ingin tahu?”

Lama-lama geram juga berbicara dengan sosok itu. Apa semua gadis cantik memang begitu kalau berbicara?

“Kalau tak mau mengenalkan siapa dirimu, aku akan pergi.”

“Hei, Baekhyun! Jangan marah seperti itu!”

Baekhyun tak menanggapi ucapan gadis itu. Ia hanya perlu mencari jalan keluar untuk pergi daritempat aneh ini.

“Hei, dengarkan aku! Namaku Lauren Han! Baekhyun, berhentilah!”

Baekhyun menuruti ucapan Lauren. Ia menghentikan langkahnya saat itu juga.

“Kau manusia?”

“Entahlah, aku juga ragu. Aku bersaudara dengan cupid. Kau pasti tahu dia, kan?”

Cupid? Bocah laki-laki menggunakan diapers dengan anak panah ditangannya itu? Baekhyun rasa, Lauren adalah gadis gila.

“Sekalian saja bilang kalau kau berteman dengan batman dan sailor moon.”

“Kau tak percaya? Kau pikir darimana aku tahu namamu?” Lauren kesal. Ia merasa Baekhyun tak percaya padanya. “Aku tahu masalahmu, Baekhyun. Aku tahu apa yang menyebabkanmu terus berjalan selama lima jam.”

Baekhyun menatap bingung ke arah Lauren saat itu juga.

“Kau baru diselingkuhi oleh gadis bernama Seul Rin itu, kan? Lalu kau pergi dan tersesat di stasiun kereta itu.”

Baekhyun membulatkan mata sipitnya. Tidak mungkin. Secara logikanya, tak ada orang asing yang mampu membaca pikiran orang lain secara detail.

“Lalu, kau mau apa?” tanya Baekhyun.

“Menyampaikan pesan dari saudaraku. Ini.”

Baekhyun menerima sebuah lipatan kertas dari Lauren. Rasa ragu menyelimutinya. Tapi rasa penasaran itu lebih dominan. Dan Baekhyun pun membaca tulisan dalam kertas itu.

Just let she go. She wasn’t love you. She doesn’t to you. But you have the girl who has love you. You know her. She is your classmate, JH.

Baekhyun seperti diberi tebak-tebakan dengan classmate dan JH sebagai kata kuncinya. Ia berpikir untuk kesekian kalinya. Teman sekelasnya yang berinisial JH jumlahnya lebih dari satu. Apakah itu si kembar Jung Hyerim dan Jung Hyerin? Atau Jo Hyomin? Atau mungkin Jang Hyena?

“Baekhyun, apa berpikirnya sudah selesai?”

“Eh?”

“Aku harus mengembalikanmu. Mungkin akan sedikit sakit, untuk itu maaf, ya. Maaf juga sudah menculikmu. Omong-omong, kau tampan juga.”

“Hei, kau bicara apa sih? Aku tidak–“

Bug.

Terlambat. Lauren sudah membuat dunia Baekhyun menjadi gelap.

***

Baekhyun membuka mata disertai ringisan kecil. Ia mengusap tengkuknya yang terasa sedikit ngilu. Dibawah cahaya remang-remang itu, Baekhyun mengedarkan pandangannya. Ia berada distasiun kereta lagi. Tapi kali ini lebih mencekam dari sebelumnya. Ini lebih gelap. Hawa dingin dan penerangan yang tak cukup itu membuatnya bergidik. Belum lagi ia sendirian di tempat ini. Kemana perginya orang-orang yang seingat Baekhyun masih ada disekitarnya tadi? Baekhyun berani bersumpah bahwa ini adalah stasiun kereta yang sama seperti ketika sebelum dia berada di padang ilalang. Tapi, kenapa suasananya bisa lebih mengerikan seperti ini?

Baekhyun melirik arlojinya. Pukul 11.11 p.m. Oh, ini seperti deja-vu. Apakah setelah ini akan ada yang memanggil namanya?

“Byun Baekhyun!”

Baekhyun merasa sorot yang menyilaukan telah menyiraminya seiring dengan datangnya panggilan itu. Selanjutnya, ia mendengar langkah kaki mendekat padanya.

“Astaga, apa yang kau lakukan disini?”

Baekhyun merasa mengenali suara itu. Tapi ia tak mau terlalu berharap sebelum melihat langsung siapa orang itu.

“Aku tersesat. Kau sendiri sedang apa disini?”

“Ibumu memintaku mencarimu. Untung saja GPS pada ponselmu aktif, sehingga memudahkanku mencarimu.”

Baekhyun tak merasa silau lagi. Dan sekarang ia bisa melihat wajah orang itu.

“Memangnya ini dimana?”

“Daerah perbatasan Daegu dan Gyeongju. Kau berjalan jauh sekali. Ayo, pulang! Kau lelah, kan?”

Baekhyun tersenyum bahagia sehingga menyembunyikan kilau bola matanya. Ia teringat dengan pesan di lipatan kertas yang sempat dibacanya. Akhirnya dia bisa menjawab teka-teki itu.

“Terimakasih telah mencariku. Ayo pulang.”

Dan Baekhyun pun bangkit serta melangkah pergi dengan gadis itu. Hatinya begitu tenang saat ini. Ia bahkan melupakan kakinya yang tadi sempat berdenyut sakit dan tengkuknya yang sempat terasa ngilu.

“Setelah ini kita cari makanan dulu, ya. Kau lapar, ‘kan? Lalu jika sampai dirumah, kau harus mandi dan tidur.”

“Baik. Tapi kau menginap dirumahku, ya? Ini sudah malam.”

“Iya, Baek.”

Baekhyun tak akan melupakan bagaimana bodohnya ia berjalan selama lima jam tanpa henti. Lalu tertidur di sebuah stasiun kereta. Lalu terbangun di sebuah padang ilalang. Lalu bertemu Lauren dan menerima pesan dari cupid. Lalu ia terbangun lagi di stasiun kereta, lalu bertemu dengan gadis itu. Gadis yang mungkin saja dimaksud dalam pesan yang diberikan cupid. Gadis yang mungkin mencintainya. Gadis yang merupakan sahabat sekaligus teman sekelasnya, Jang Hyena.

FIN

3 thoughts on “[FREELANCE] 11.11

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s