[FREELANCE] FlashBack

flashback

Tittle                 : FlashBack

Author              : Sirena Orfeus

Main Cast          : Byun Baekhyun | Ai Mirwa (OC)

Support cast     : Jessica | Kris

Length              : Ficlet

Rating               : PG-13

Genre                : Romance,

Disclaimer        : Ini mungkin bakal weird banget-_- cuman, ini adalah Ficlet pertama yang aku buat dalam couple ini heheHope you enjoy it!^^ jan lupa RCL ya!

 

“Hujan itu baik! Buktinya, dia mempertemukan kita!”

 

 

 

Aku menyeduh pelan-pelan Cappucino hangatku, menyenangkan berada di ruang privasi milik ku sendiri yang menjadi zona dimana aku bisa bebas melakukan sesuatu semauku. Seperti saat ini, dengan lancang aku membaca buku harian electronic milik seseorang yang sampai sekarang masih berlayar dihatiku. Baekhyun.

Hey! Sebenarnya hal ini tidak bisa di kategorikan ‘lancang’ karena laptop ini sudah menjadi hak milikku sejak lama. Hanya saja, aku baru menemukan aplikasi ini setelah beberapa tahun.

Tiba-tiba hujan turun, aku segera menyelamatkan laptop yang ada di depanku dan muffin limau Jessica eonnie, aku bergegas membawanya kedalam. Kututup pintu rapat-rapat, aku tak sadar ada yang  terlupa. Cappucino hangat yang baru seteguk aku minum tertinggal di luar.

Dari balik jendela aku memandang Cappucino itu prihatin. Berlebihan mungkin, tapi sungguh aku sangat malas untuk membuat Cappucino yang baru.

Kupandangi hujan itu dengan sungguh, hujan itu turun dengan lebat memecah kesunyianku memandang langit malam bersama bintang-bintang sekaligus membaca harian eletronic Baekhyun. Kenapa hujan tiba-tiba datang saat langit sedang cerah secerahnya? Tak bisa ku salahkan kedatangan hujan. Karena sungguh, hujan sangat berarti.

Tiba-tiba aku tersentak, aku harus melanjutkan membaca harian Baekhyun. Masih pada halaman pertama, aku duduk dengan tenang di atas tempat tidur lalu beralih pada halaman kedua. Membacanya dengan cermat.

14 mei 2010

Sebelumnya dalam hidupku hanya ada 2 hari yang penting. Pertama: hari ulang tahun ku. Kedua: hari ulang tahun orang tua ku.

Namun, setelah bertemu gadis itu sepertinya hidupku setelahnya akan menjadi hari yang sangat penting. Karena kau tahu? Gadis yang  tak menyukai  hujan itu membuatku tersenyum melihat mimik mukanya saat aku memintanya untuk memayungi ku menuju  laboratorium. Bukan apa-apa tapi sungguh sangat manis dan sangat lucu.

 

Terasa semburat hangat di pipiku, aku tau pipiku sangat merah saat membaca tulisan  ini. Aku ingat masa itu, saat dimana pertama kali kami di pertemukann oleh hujan. Saat aku masih membenci hujan.

Dan tak tahu, hujan di luar sana semakin deras.

Ingatanku melayang pada kejadian beberapa tahun lalu saat dimana pertemuanku pertama kali dengannya. Pangeran hujanku. Baekhyun.

Banyak sekali buku di pangkuan pemuda itu. Dia berlari tergopoh-gopoh karena hujan semakin deras membasahi bumi pertiwi ini. Perasaan was-was terlihat jelas, saat ia berusaha agar buku di pangkuannya tak terjatuh dan basah.

Aku menatapnya dengan pasti. Memastikan apakah dia akan baik-baik saja saat membawa buku itu. Tapi aku juga jengah, karena hujan ini tak kunjung berhenti. Semakin hari aku semakin membenci hujan. Bagiku hujan hanyalah sebuah bencana, tak ada yang istimewa dari hujan.

Pemuda itu berbalik dan menatap ku sambil tersenyum, dia berlari menghampiriku. Tepat di hadapanku dia kembali tersenyum. Nafasnya terengah-engah karena berlari menyusulku, bola matanya tepat melihat ke arah bola mataku, pandangannya tajam dan sangat indah. Bola matanya menghipnotisku untuk terus melihatnya, dia terus tersenyum, lalu berdehem karena keadaan sangat hening disini.

“Ehm,.. mau kah kau memayungi ku? Aku ingin ke laboratorium.” Ucapnya membuatku tersentak. Aku sedikit berdehem lalu mengangguk. Pipiku sudah sangat panas sedari tadi, bukan karena gugup, tapi malu! Mungkin  gugup juga. Tapi, aku masih waras, aku segera memayunginya, lalu kami melintasi lapangan dengan sedikit berlari karena hujan semakin lebat saja.

“Hujan lagi, aku sungguh tak menyukai hujan, huh!” Ujarku sambil membawa payung dengan hati hati agar kami tak kebasahan. Pemuda itu kembali tersenyum.

“Aku justru menyukai hujan, tak ada yang lebih indah di dunia ini, selain hujan.” Ucap pemuda itu tenang. Aku mengerucutkan bibir.

“Indah? hujan itu membuatmu basah dan terhambat menuju ke laborarotium.” Ujarku sedikit kesal, karena tanggapannya mengenai hujan sangat jauh berbeda dengan tanggapanku 180 Derjat berbeda!

Tapi pemuda itu malah berhenti di tengah lapangan. Akupun ikut menghentikan langkahku. Dia menyeringai lalu dengan bersemangat berujar. “Hujan itu baik! Buktinya, dia mempertemukan kita!”

Aku terpana oleh kedua bola matanya yang hitam pekat sangat menyejukkan. Kata-katanya seperti serangga lebah yang menyengatku tak terperikan. Bukan sengatan kesakitan yang menimbulkan luka benjol merah, tapi sengatan strum yang menjalar kehati membekas seperti…cinta? ah pemuda ini, pemuda yang sangat… berbeda.

“Ayo!” Ajaknya Lalu menggandeng tanganku. Menyusupkan jemarinya di sela-sela jemariku. Semburat merah dengan malu-malu timbul dipipi ku. Aah sangat memalukan! Jangan sampai dia melihatnya.

Sejurus kemudian payung biru itu kembali mengiringi kami berjalan cepat menuju laboratorium. Kami mengambil langkah cukup besar, percikan air yang menggenang menyempratkan air ke orok abu-abuku. Air yang turun dari ujung-ujung payung tak sedikitpun menggubrisku untuk memandangi pemuda di sampingku ini. ku alihkan pandanganku pada tanganku yang ia genggam. Diam-diam aku tersenyum sendiri. Tanpa sadar sedari tadi memang aku telah memandangi pemuda ini, rahangnya keras dan bergerak sejurus dengan hentakan kakinya. Tampan. Kata itu cukup realistis untuk menggambarkan perawakannya.

Maka sekali lagi tanpa di ketahui kami sampai di depan laboratorium. Dia tersenyum lalu mengucapkan terima kasih. aku lantas mengangguk menanggapinya. Sungguh! Aku sudah cukup merasa Dag-Dig-Dug berada didekatnya.

Aku berjalan dengan payung ku kembali menuju gerbang sekolah. Menunggu Kakakku yang akan menjemputku. Aku menarik ujung bibirku sedikit. Tersenyum. Ya aku tersenyum, sangat senang rasanya bisa memayungi pemuda itu.

“Pria yang tampan, dan berbeda” gumamku kagum. Diam diam aku bersyukur ada hujan, karena berkatnya aku di pertemukan dengan pemuda itu. baru kali ini aku merasakan bahagiannya saat rinai hujan menitik membasahi seragamku. Ternyata hujan itu tak terlalu buruk. Buktinya, masih ada kebahagiaan di setiap rintiknya. Mungkin sudah saatnya aku melupakan semua tanggapanku tentang hujan, hanya karena hal konyol. Aku harus memulai hidup baru dengan hujan! Tak lagi ingin membenci hujan.

Aku menghirup nafasku dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Hujan sudah tak terlalu lebat. Hanya rintik-rintiknya masih membasahi hari ini, semakin sore saja dan Jessica eonnie belum juga datang menjemput!

Kembali ku ingat waktu beberapa menit lalu, mengusir kejenuhan menunggu Eonnieku yang sering ngaret ini. Saat Aku mengantarkan pemuda itu ke Laboratorium. Ah ayolah! Lupakan! Itu hanya perkara kecil! Kenapa kau masih mengingatnya?

Tapi sungguh masih kurasakan jemarinya hangat di jemariku. Apa ini gerangan yang kurasakan? Aku menggeleng-gelengkan kepala ku panik. Jangan sampai aku gila gara-gara ini.

“Hai! Aku Baekhyun! Terima kasih sudah memayungiku tadi,” Aku menoleh saat seseorang tiba-tiba menyapaku. Pemuda itu tersenyum lalu mengarahkan tangannya ke arahku, ingin bersalaman. Oh ternyata pemuda yang sedang ku pikirkan saat ini. Eh tunggu, Apa?

“Namamu siapa?” Tanyanya sekali lagi.

Aku menjabat tangannya seraya tersenyum.

“Namaku Mirwa. Ai Mirwa” lalu kami tersenyum. Senyuman itu! aku bisabisa–

“Mirwa-ya! Kris Oppa akan segera pulang, bantu aku disini!” Panggilan dari Jessica eonnie melemparkanku kembali kealam nyata. Apakah aku melamun terlalu lama?

Aku segera menyaut.

Ndae! Eonnie! Tunggu sebentar!”

Aku menatap keluar jendela, memandangi hujan, cerita di setiap rinaninya membuatku teringat pada pemuda pemilik harian eletronic ini. Baekhyun.

 

Hujan pertamaku adalah saat  bertemu dengannya, adalah hujan pertama yang kusuka.

 

2 thoughts on “[FREELANCE] FlashBack

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s